Senin, 03 Februari 2014

STRATEGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DABO SINGKEP (Oleh: Alyuan Dasira, Putra Singkep)



“Kita Sadar, Kita Bukanlah Kota Batam Yang Mempunyai Letak Geografis Yang Unggul, Kita Juga Bukan Provinsi Riau Yang Mempunyai Sumber Daya Alam Yang Melimpah, Tetapi Kita Punya Sumber Daya Laut Dan Sumber Saya Potensial Lainnya, Percayalah Karena Tuhan Maha Adil.”


sumber: www.googlemap.com
Dalam Blog saya yang sederhana ini, saya menulis tentang sedikit pandangan sebagai putra daerah Singkep pada perkembangan dan strategi pembangunan Dabo Singkep. Saya merupakan putra daerah asli Dabo singkep, tepatnya kampung telek yang sekarang menjadi desa Tanjung Harapan. Tulisan ini berdasarkan apa yang saya alami secara langsung, terutama pada pola perkembangan dan kharakteristik di Dabo Singkep. Jujur saja saya bukanlah orang yang mengerti sepenuhnya tentang politik, ekonomi, dan sosial. Oleh karena itu, tidak ada kajian dari buku buku tebal yang ditulis oleh professor dari universitas terkemuka.

Berbicara masalah strategi yang tepat, maka terlebih dahulu kita harus menganalisa lingkungan tempat dimana strategi itu akan diterapkan. Bukankah seorang pelatih sepakbola seperti Jose Mourinho terlebih dahulu harus menganalisa teamnya  sebelum menentukan pilihan strategi apa yang harus diterapkan?  Nah,  begitu juga dengan strategi pembangunan untuk masyarakat Dabo singkep. Terusa siapakah pelatihnya?, pelatihnya adalah kita semua sebagai masyarakat Dabo Singkep. 

Dalam mengambil langkah langkah strategi maka kita harus benar benar menganalisa aspek aspek apa aja yang berpengaruh secara langsung maupun tidak terhadap perkembangan daerah. Secara universal, Aspek-aspek tersebut antara lain: Sistem Kelembagaan/Pemerintahan, Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), Letak Geografis, Sosial Budaya, pendidikan, dan banyak lainnya.
Dari aspek aspek ini kemudian kita coba untuk mempaparkan potensi potensi dan kekurangan apa aja yang kita miliki oleh pulau singkep.

Keunggulan (Potensi)
Adapun keunggulan atau potensi yang dimiliki oleh daerah pulau Singkep adalah:
  •   Daerah pulau Singkep dikelilingi oleh luasnya Lautan
  •  Daerah pulau Singkep memiliki daerah relative datar dan tanahnya subur cocok untuk pertanian
  • Daerah pulau Singkep dekat dengan Provinsi Jambi (sebelah tenggara), Provinsi  Riau (sebelah timur) dan Provinsi Bangka Belitung (sebelah barat daya) dan Provinsi Kalimantan Timur (sebelah barat).
  •  Daerah pulau Singkep kondusif dan aman
  • Tingginya motivasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anggota keluarga
  • Adanya potensi objek wisata alam


Kelemahan (Hambatan)

Selain mempunyai potensi, tidak bisa dipungkiri juga kita mempunyai kelemahan kelemahan ataupun hambatan dalam berbagai aspek.    
  • Masih kurangnya pemanfaatan Akses jaringan informasi dan komunikasi nasional dan internasional
  • Pendapatan asli daerah rendah (PAD)
  • Etos dan disiplin kerja aparat pemerintahan untuk melayani masyarakat masih rendah
  •  Belum memiliki system informasi manajemen yang baik
  • Taraf pendidikan masyrakat dabo umumnya masih rendah
  •  Kelompok nelayan belum kuat dan mandiri sehingga belum berkemampuan membentuk pasar dan mengembangkan ketahap produksi
  •  Perhatian orangtua dalam menjaga pertumbuhan otak anak rendah (pengaturan gizi)
  •  SDM nelayan secara umum masih rendah
  • Pengembangan Teknologi penangkapan Ikan masih manual
  •  Kualitas tenaga pengajar SD dan SLTP masih rendah dan distribusi guru tidak merata
  • Pengelolaan dan pengembangan objek wisata kurang memadai
  • Disiplin dan kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup dan menjaga kelestarian alam rendah
Dari factor factor inilah kita bisa menganalisa strategi apa yang tepat yang nantinya akan di terapkan untuk daerah ini. Semakin kita membandingkan dengan daerah lain yang sudah maju, maka semakin banyak kelemahan kelemahan yang kita dapatkan. Tetapi perlu kita ingat kita juga mempunyai potensi untuk bisa maju dan bahkan melebihinya. Untuk itu kita perlu mengevaluasi sampai dimana kita berada.
Berbicara tentang berkembangnya suatu daerah, maka ada satu pertanyaan dasar yang terselip,  Bagaimana suatu daerah bisa berkembang? berdasarkan paparan Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, suatu Negara untuk maju  dan berkembang membutuhkan 3 faktor yaitu, global entrepreneurship, global mindset, dan global citizenship. Hal ini sejalan dengan apa yang dipaparkan oleh Hatta radjasa mengungkapkan bahwa untuk menjadi daerah maju maka yang harus diperhatikan adalah sumber daya manusia (SDM), teknologi dan infrastruktur. Tentunya dari paparan pakar tadi kita dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk bisa berkembang dan maju maka kita membutuhkan, SDM yang unggul dan mempunyai pola pikir entrepreneurship dan global mindset, Teknologi dan infrastruktur.
Apakah kita bisa maju?, tentunya setiap orang bisa maju, tetapi kadang tidak tau caranya untuk maju dan sebagian lagi tidak mau untuk berubah. Untuk itu kita perlu mengevaluasi lagi sampai dimana kita saat ini.
Dibawah ini ada sedikit evaluasi dan paparan ide untuk kemajuan masyarakat pulau Singkep menjadi lebih baik. Tidak perlulah kita menyalahkan system yang telah ada, mencari kesaahan orang lain yang pada akhirnya akan menjadi permusuhan dan saling menjatuhkan. Yang diperlukan adalah rasa kebersamaan untuk saling mendukung demi tercapainya kemajuan di kampung kita bersama.  
  
STRATEGI PEMBANGUNAN

Untuk lebih spesifiknya saya membagi strategi pembangunan menjadi beberapa sektor potensial untuk dikembangkan dan sebagai bahan evaluasi terhadap apa yang telah kita capai saat ini. Antara satu sector dengan sekor lainnya saling menopang.

·         SEKTOR  PENDIDIKAN

sumber: evichandra.blogspot.com

Menurut saya sektor pendidikan sangatlah penting untuk memajukan suatu daerah. Bahkan boleh dikatakan sebagai ujung tombak perubahan. Pernahkah kita mendengar bahwasanya “Pendidikan adalah pemutus rantai kemiskinan”. Paparan itu sangat benar adanya. Dengan pendidikan orang dapat merubah nasibnya, nasib keluarganya bahkan nasib kampungnya mejadi lebih baik. Adapun beberapa ide tentang sektor pendidikan adalah sebagai berikut:

1.      Menyadarkan Masyarakat tentang pentingnya Pendidikan (Terutama pada masyarakat di Desa pelosok)

Masyarakat yang tinggal di desa desa pelosok (pulau-pulau) biasanya sangat tertutup dan masih kental tradisinya. Inilah mengapa kalau kita lihat di lapangan, hanya sedikit orang tua yang menyekolahkan anaknya baik di SD apalagi muluk muluk kuliah di perguruan tinggi. Bayangkan saja di kelas hanya ada 3 atau 4 orang murid saja. Itupun kalau hari tidak hujan. Kadang mereka lebih memilih untuk ikut orang tuanya kelaut. Bukan karena mereka tidak ada uang untuk sekolah, karena jelas jelas sekolah gratis. Tetapi mereka malas ke sekolah untuk belajar dan didukung lagi oleh kurangnya kesadaran orang tua untuk memaksakan anaknya untuk pergi kesekolah. Karena para orang tuanya juga melakukan hal yang sama sewaktu mereka kecil. Kalau begini, yang salah orang tuanya atau anaknya?. Jika hal ini terus dilakukan terus menerus, insyaallah desa itu tidak akan maju. Oleh karena itu kita perlu  
Terlepas dari itu semua, ada sedikit celah untuk kembali ke jalur yang benar. Salah satunya dengan teknik “Education as Prestige”, yaitu bagaimana nilai pendidikan ditanamkan sebagai suatu kebanggaan bagi keluarga. Sehingga masyarakat berlomba lomba untuk menyekolahkan anak anaknya setinggi tingginya. Sebagaimana membakar “pelite” tentunya kita perlu sumbu untuk memicu terjadinya api sekaligus sebagai media. Begitu juga dalam teknik ini, sumbu di analogikan sebagai tindakan membimbing anak anak pulau untuk sekolah dengan baik hingga tingkat SMA, kemudian di evaluasi dari siswa siswa yang potensial di pulau untuk diberikan beasiswa di perguruan tinggi ternama dinegeri ini. Kecendrungan masyarakat di daerah ini untuk selalu “GENGSI” dan “TAK MAU MENGALAH” sehingga melihat ada anak yang telah sukses kuliah di perguruan tinggi, timbul minat dari masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Inilah celah yang bisa kita gunakan. Tentunya pemerintah harus menyediakan guru guru yang berkualitas untuk membimbing.  Jika teknik ini berjalan insyaallah banyak perubahan yang kita liat kedepannya.

2.      Sumber daya guru yang berkualitas untuk anak SD

Memang tidak bisa dipungkiri, kita kekurangan sumber saya guru yang berkualitas. Bukan sumber daya guru. Lulusan guru banyak, tapi yang berkualitas dan berdedikasi untuk dunia pendidikan yang kurang. Banyak yang berdidikasi pada HONOR dan GAJI. Jadi tak heran, banyak yang mengeluh kalau ITENSIF nya tidak keluar dibandingkan dengan mengeluh pada KUALITAS anak didiknya.  
Untuk mendapatkan bibit SDM yang hebat maka kita harus menoleh pada system pendidikannya. Semakin hebat sistem pendidikannya, semakin canggih bibit SDM yang dihasilkan. Tentunya yang paling mendasar adalah SD (Sekolah Dasar). Mengapa SD, karena dari sinilah bibit SDM berasal. Perlu kita garis bawahi bahwa pendidikan itu adalah proses bukan hasil. Tujuan pendidikan itu ialah memproses siswa BODOH menjadi PINTAR. Bukan sebaliknya. Ya, mudah saja kalau mengajar orang pintar. Yang susahnya ialah mengajar yang bodoh menjadi pintar. Kalau menurut pandangan saya, semua berasal dari pola pembentukan karakter anak SD. Semakin pintar (pola pikir) anak SD maka kemungkinan besar dia akan sukses sampai ke SMA ataupun ke perguruan tinggi terlepas dari factor lingkungannya. Yang menjadi masalah adalah bukan pintar dalam hal “MENGHAPAL” tetapi pintar dalam hal pola pikir.
Oleh karena itu, Sekolah Dasar sendiri harus diajarkan oleh guru guru yang benar benar diseleksi yang mempunyai kualitas bagus yang bertujuan untuk menghasilkan anak didik yang pintar (pola pikirnya).. Ketika pola pikir seorang anak sangat kuat dasarnya maka untuk sekolah SMP dan SMA tinggal diasah dan pastinya nanti akana menjadi SDM yang luar biasa. Tetapi sejalan dengan penugasan guru guru yang berkualitas untuk anak anak SD maka sebagai imbalannya, guru guru ini mendapat tunjungan yang besar sesuai dengan indek kerjanya. Jadikan guru SD sebagai guru berGENSI dibandingkan guru guru lainnya. Dan untuk masuknya pun harus benar benar diseleksi. Tetapi praktek dilapangan berbeda, guru guru yang sanggup mengajar di SD apalagi yang ada dipelosok hanya guru kelas dua, dan honornya pun selalu miris. Inilah tantangannya.


3.      Pola Pendidikan yang berkesinambungan

Pola pendidikan berkesinambungan ini lebih tepatnya adalah bimbingan guru dalam menentukan masa depan anak didiknya. Ini lebih tepatnya di terapkan pada sekolah SMA. Perlu adanya guru yang membimbing masa depan bukan hanya sekedar melepas tanggung jawab ketika anak sudah lulus dari SMA. Bagaimana guru SMA bertanggung jawab dalam membimbing anak didiknya untuk dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. “SMA saja tidak cukup”.
Mungkin Itulah fungsi guru BK (Bimbingan Konseling), selama ini, saya juga mengalaminya di SMA, tidak ada guru yang bertanggung jawab mengetahui bakat, dan tujuan anak didik secara intensif. Misalnya saja si A ingin melanjutkan kuliah dia punya potensi tetapi dia tidak punya dana, tentu apa yang harus dilakukan?. Maka minat anak tersebut jika tidak dibimbing akan hilang. Padahal banyak jalan yang bisa digunakan untuk menyelamatkan nasibnya. Banyak beasiswa beasiswa, tetapi sayangnya guru seakan merasa tanggung jawabnya sudah selesai.   
Bandingkan dengan guru guru yang ada disekolah sekolah ternama di pulau jawa. Pihak sekolah sibuk untuk mendaftarkan siswanya mencari beasiswa di kampus kampus ternama, bahkan pihak sekolah rela membiayai guru BK nya untuk mencari informasi dengan mengikuti seminar yang diadakan pihak kampus untuk merekrut calon mahasiswa. Sudahlah mungkin “tidak fair”.
Pemerintah mungkin dari dinas pendidikan selayaknya memandang ini sebagai masalah pendidikan yang serius.  Mungkin sedikit solusi adalah dengan dibentuknya LSM yang menangani masalah ini. LSM ini mungkin saja difasilitasi oleh dinas pendidikan untuk menjalankan fungsi mencarikan beasiswa untuk siswa yang tidak mampu, menghubungkan pihak pengusaha yang ingin membantu, atau bahkan mendaftarkan beasiswa dengan mencari informasi di Internet. Kalau berbicara masalah SDM di dinas pendidikan saya rasa lebih dari cukup.

4.      Membangun Pendidikan Tinggi Yang berbasiskan Ekonomi dan Teknologi

Saat ini yang bisa mengecap pendidikan tinggi hanya anak anak orang kaya atau karena mereka beruntung. Sehingga pendidikan itu tidak merata, yang kaya akan semakin pintar dan menjadi kaya, sementara yang bodoh hanya semakin miskin. Untuk itulah kita sadar kita butuh system yang merubah ini. Untuk menekan biaya kuliah, maka kita harus mandiri yaitu dengan membangun sekolat tinggi di kampung kita sendiri. Sehingga biaya untuk kuliah akan semakin rendah dan tidak perlu untuk merantau keluar. Memang ide ini dirasa hanya angan angan, akan tetapi hidup semua berawal dari mimpi. Begitu juga dengan kemajuan kampung halaman.   

Hal ini diperlukan karena tidak semua siswa siswa yang tamat SMA/SMK/Madrasah mempunyai kesempatan untuk dapat menuntut ilmu keluar daerah. Ada karena factor ekonomi dan factor keluarga yang mendorong mereka untuk tetap tinggal di Dabo. Padahal mereka mempunyai potensi yang luar biasa. Untuk menanggani masalah ini idealnya di Dabo mempunyai Instansi pendidikan tinggi. Tak usah muluk muluk untuk memikirkan INSTITUT atau UNIVERSITAS ternama. Saya rasa cukup sekolah tinggi yang berbasis bisnis ekonomi dan Teknologi. Mengapa tidak SOSIAL POLITIK? yang dibutuhkan untuk maju adalah ekonomi bukan orang orang yang pandai berpolitik. Karena pada kenyataannya adalah POLITIK hanya menghabiskan uang dan bukan menghasilkan uang. Dengan adanya sekolah tinggi berbasis bisnis dan Teknologi insyaallah SDM kita akan menuju kearah lebih baik. Dengan pelan tapi pasti output SDM dari system pendidikan ini akan membuka mindsetnya dan syukur syukur akan menghasilkan lapangan dan peluang kerja. Bukan berpangku tangan untuk menjadi PNS maupun tenaga HONORER. Selain itu Teknologi juga penting untuk menopang kemajuan daerah. Dan itu tidak bisa dipungkiri lagi.

Tentu tidak bisa dipungkiri, ada aja alasan pesimis. Bagaimana dengan sumber daya dosennya? Memang kita butuh beberapa dosen yang mempunyai kualitas dan dedikasi yang tinggi untuk dunia pendidikan. Kita bisa memanfaatkan banyaknya putra putri dari Dabo singkep sendiri yang telah berhasil di daerah orang, bahkan status mereka lebih dari cukup untuk menjadi seorang dosen. Dengan semangat “Lokalisme” saya rasa tidak sulit untuk memanggil mereka untuk kembali maupun hanya sekedar berkontribusi. Kita bisa memanfaatkan pengusaha pengusaha yang telah berkecimpung dan sukses yang berasal dari dabo singkep untuk mengisi kuliah kuliahnya. Selama ini sekolah tinggi yang ada di Singkep/Lingga hanya untuk mencetak PNS dan tenaga HONORER saja. Saya yakin dalam 10 tahun mendatang dengan system ini maka singkep akan menjadi kota MAJU dan MANDIRI. 

·         SEKTOR PERIKANAN


sumber: wikimapia.com

Sektor perikanan merupakan sektor ujung tombak untuk masyarakat singkep ini sendiri. Potensi dari sektor ini sangat menjanjikan. Tetapi jika berbicara fakta di lapangan, tentunya jauh dengan apa yang diharapkan, bahkan menunjukkan 180 derajat bertolak belakang dengan data potensial yang ada di kertas. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Sangat sulit untuk mengupasnya, ini merupakan permasalahan yang komplek, yang menyangkut banyak faktor. Karena praktek ini telah dilakukan secara turun temurun dalam yang cukup lama.
Adapun ide yang dituangkan dalam strategi untuk kemajuan daerah pulau singkep terutama pada sektor perikanan ini adalah:

1. Merubah sistem praktek perikanan tangkap nelayan

Saya mempunyai pengalaman ikut berlayar menjaring ikan nelayan di desa Resang, Singkep barat. Banyak pengalaman yang saya dapatkan dari sana. Dan pada akhirnya, saya mengambil kesimpulan bahwa ada yang salah dengan sistem perikanan yang ada sekarang ini. Bagaimana tidak, nelayan yang sehari hari melaut bahkan bisa menghasilkan uang yang lumayan besar. Akan tetapi mengapa nelayan tidak bisa kaya. Akar masalahnya adalah adanya praktek “TOKE IKAN”. Masalah ini telah mengakar secara turun temurun, sehingga menyebabkan terjadinya ketidakmerataan kemakmuran di masyarakat nelayan.

Toke ikan semakin hari semakin kaya sementara nelayan semakin hari semakin miskin karena “KECANDUAAN” pada toke ikan. Mengapa saya mengatakan kecanduaan?, karena praktek di lapangan, toke ikan ini mengikat nelayan dengan iming iming uang pinjaman, beras, jaring dan fasilitas lainnya. Sebagai timbal baliknya, nelayan terikat untuk harus menjual ikan yang didapat ke toke ikan tersebut. Tentunya harga beli ikan ditentukan oleh para toke tersebut jauh dibawah harga beli pasaran. Dan nelayan karena telah “TERMAKAN BUDI” tanpa merasa dirugikan menjual ikannya ke toke tersebut. Toke toke ini menjual ikan yang ditampung dari nelayan ke luar negeri, seperti ke Singapura. Tentunya yang didapat adalah dolar singapura, jangan ditanya berapa perbandingan uangnya. Jadi tidak heran jika para toke ini mempunyai kapal sendiri untuk mengekspor ikannya keluar negeri.

Secara prosedur, tentunya ini praktek yang terlarang karena untuk mengekpor barang keluar harus melewati prosedur dari Bea cukai, Negara harusnya mendapat uang dari ini. Tetapi lagi lagi praktek “KKN” yang telah mendarah daging penyebabnya. Toke hanya membayar “SEDIKIT” ke oknum oknum bekingan tertentu. Uang ini kecil dibandingkan dengan yang harus dibayarkan toke jika melewati jalan lurus.
Bagaimana menyelesaikan masalah yang komplek ini?. Memang mengobati masalah yang berhubungan dengan “KECANDUAAN” butuh waktu dan kesabaran serta strategi yang tepat. Menurutnya saya cara yang tepat adalah dengan melibatkan berbagai dinas yang terkait. Dinas perikanan, dinas perdagangan, dan banyak laginya.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memutus praktek “TOKE” yang terjadi di lapangan. Caranya adalah dengan memberikan penjelasan ke masyarakat nelayan tentang buruknya praktek ini dimana mereka sebagai korbannya secara kontinu.  

Selain itu pemerintah melalui dinas perikanan membuat sistem distribusi dan pengolahan ikan. Salah satunya adalah dengan membuat tempat pelelangan ikan. Jadi sembari menyadarkan masyarakat, kita memberikan solusi yang real. Selain itu dinas perdagangan memikirkan bagaimana ikan ikan yang udah ditampung untuk dilakukan distribusi ke kota ataupun melakukan ekspor keluar negeri serta jika perlu memikirkan proses pengolahan ikan yang siap dikemas dalam bentuk produk lain. Misalnya memuat kerupuk, abon ikan, pengasapan ikan yang siap dijual dengan harga tinggi selain sebagai solusi pada penumpukan ikan saat musim ikan tiba. Untuk menjalankan sistem ini menurut saya pemerintah perlu membentuk BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) ataupun menggandeng pihak swasta jika tidak mampu.

Apa yang kita dapat jika sistem ini berjalan?  saya yakin nelayan akan semakin sejahtera karena harga jual ikan semakin tinggi dan tidak terikat dengan praktek balas budi lagi. Selain itu manfaat pun akan bertambah untuk pemerintah daerah, Pendapatan Asli Daerah akan bertambah, Tenaga kerja akan diserap. Banyak manfaat yang di didapat. Ini berdampak domino pada semua sektor. Daya beli masyarakat akan tinggi. Lebih lebih lagi harga ikan dipasar tidak melambung. Dan singkep akan terkenal dengan produk perikanannya. Masih banyak lagi potensi perikanan yang bisa kita kembangkan, salah satunya sebagai pendukung kuliner disektor pariwisata yang telah dipaparkan. Belum lagi berbicara dengan sumber daya perikanan selain perikanan tangkap.

      2. Membimbing pembangunan kapal nelayan yang canggih

Sudah saatnya kita merubah Teknologi pada kapal nelayan. Tidak usahlah berpikir muluk muluk seperti Negara Negara maju, seperti eropa, bahkan secara Negara saja kita kalah pada Teknologi kapal nelayan Negara Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam. Jika kita harus jauh untuk Negara maka berbeda pula pokok bahasannya. Yang perlu sekarang kita pikirkan adalah bagaimana kita merubah diri kita dan kampung kita menjadi lebih baik. Mungkin tidak serumit merubah Negara ini. Dinas perikanan setidaknya mempunyai visi yang jelas tentang Teknologi kapal nelayan. Minimal dapat memberikan bimbingan pada pembuatan kapal nelayan yang memang selama dilakukan secara tradisional. Berikan penyuluhan bahwa baling baling apa yang cocok untuk setiap kapal. Sehingga secara efisiensi lebih terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, daripada membuat hanya berdasarkan tradisi. Jangan remehkan kapal nelayan, dengan berbeda sedikit saja tentang efisiensinya maka jika dikalikan dengan durasi operasional kapal nelayan tersebut berapa juta uang yang bisa kita selamatkan untuk satu kapal saja.

Selain itu, sudah saatnya lah nelayan kita diperkenalkan dengan Teknologi penangkapan ikan yang semi canggih. Buatlah program pemberdayaan nelayan dengan membentuk kelompok koperasi. Setiap kelompok koperasi ini diberikan bantuan kapal ikan yang canggih seperti yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui dinas perikanannya. Lakukan monitoring dan alih Teknologi. Insyaallah akan tercapainya efisien penangkapan ikan. Dan “bunuh” usaha para pengusaha ikan yang mengoperasikan pukat pukat yang merusak ekosistem dan membatasi pencuri ikan. Jika kita efisien menangkap ikan, maka kelangsungan ketersediaan ikan dapat terjaga dengan baik hingga anak cucu nanti.  

       3. Memberikan penyuluhan sistem managemen ekonomi Rumah tangga Nelayan

Mengapa nelayan dengan pendapatan yang cukup besar tetapi tidak pernah kaya? Jawaban klasik adalah system manajemen ekonomi rumah tangga yang kurang baik. Bagaimana tidak jika musim ikan setiap hari nelayan hamper meraup uang sekitar 600 ribuan (pengalaman saya ikut orang melaut). Nah, uang ini cukup besar, tetapi masih saja nelayan kekurangan uang pada saat musim ikan susah. Tentunya masalah ini tidak terjadi jika system management keuangannya benar. Untuk itu perlu dilakukan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat nelayan agar hal ini tidak terjadi secara kontinu yang berakibat pada praktek KECANDUAAN kepada toke yang berlanjut. Ajarkan praktek Investasi, Investasi pada pendidikan anak mereka, Investasi pada tanah, pada asset asset lainnya. Jadi akan memperbaiki ekonomi mereka untuk yang akan datang. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun masyarakat sudah sadar tentang pentingnya investasi masa depan.


Untuk Kali ini sekian dulu postingan dari saya, Mungkin dalam beberapa waktu kedepan saya akan melanjutkan tentang pandangan saya mengenai sektor sektor lainnya untuk pembangunan pulau Singkep. Jika ada kesalahan mohon di koreksi dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

Salam,

Alyuan Dasira
Putra Singkep

Senin, 23 Desember 2013

Sedikit Pengalaman Menggelandang di Negeri Singapura


Bonjour  Agan agan, dalam kesempatan yang cukup sempit dan ngenes ini saya mencoba menulis kembali. Setelah sekian lama terombang ambing dalam kerasnya gelombang hidup, akhirnya saya memutuskan untuk melabuhkan kapal kegalauan saya ke blog ini. (versi puitis), hehehe.

Kali saya akan menulis tentang perjalanan saya ke negara seberang yaitu Singapura (ref poto: quand j’etait a singapore) dengan photo sedikit narsis tetapi tidak mengandung unsur anarkis, hehehe.


Kita mulai saja gan, dimulai dari aku dan kamu (versi gombal tingkat RT gan), perjalanan saya ke singapura bukanlah perjalanan yang sudah direncanakan sebelumnya. Perjalanan ini dimulai ketika saya ingin pulang ke kampung halaman setelah menyelesaikan kegiatan saya di Surabaya. Nah, seperti kegalauaan yang banyak dialami oleh banyak pemudik yang bermodalkan “Niat”, permasalahan tiket pulanglah yang menjadi batu hadangan. Dan beruntungnya karena modal niat ini jugalah akhirnya saya bisa jejak di negara yang terkenal dengan cerita “singapura di serang todak*” (todak adalah nama jenis ikan bisa di googling sendiri gan). Ikan ini bentuk badannya panjang gan dan bundar, mulutnya muncung gan, dan warnanya agak kebiruan. Kalau mau mancingnya pakai umpan ikan hidup gan, ngak usah pakai pemberat (curhat gan, maklum bakatnya jadi pemancing profesional gan, tapi kenyataannya jadi pemancing keributan gan), hehe.

Mulai serius gan!!!!! Ouh ya hampir lupa, sebagai latar belakang (kayak karya tulis),hehe perkenalkan nama saya alyuan atau bisa dipanggil Iwan, ANAK asli Kepulauan Riau (KEPRI), dan tentunya ANAK Ibu dan Bapak Saya, hehehe. Saya dilahirkan dan besar di pulau yang sangat terkenal dengan kejayaan tambang timahnya yaitu pulau SINGKEP. Masa kuliah saya saya habiskan di kota pahlawan surabaya.

Nah, to the point aja ya,,,sebenarnya………..(versi surat cinta jadul)…..Selesainya kegiatan saya di surabaya saya memutuskan untuk pulang kampung ke Singkep. Seperti peserta mudik umumnya, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah media transportasi untuk pulang kampung. Hal ini sangat penting sekali terlebih lagi bagi pemudik modal “Niat” seperti saya. Kenapa saya menyebutnya dengan modal niat, karena dengan uang yang pas pasan hanya niatlah yang bisa diandalkan, hehehe…tapi sisi positifnya disini lah ilmu optimasi yang pernah menjadi tema skripsi saya diaplikasikan (hehehe sedikit lebay BOY), ..dengan sedikit mengaplikasikan ilmu Linear Programming, dimana Objective Functionnya adalah minimum cost (dengan biaya seminim mungkin gan) untuk pulang dari surabaya ke batam dan dari batam ke pulau singkep. Sedangkan konstrain atau batasannya adalah saya harus sampai di singkep dengan tepat waktu. Begitulah BOY bahasa matematisnya, tapi bahasa ekonomis praktisnya, ya pulang dengan SELAMAT dan HEMAT gan serta dapat tambahan jalan jalan, hehe. setelah meRUNNING rumusan linear programming ini maka dapat disimpulkan bahwa saya harus pulang lewat rute Surabaya-Singapura-Batam-Singkep. Dibandingkan dengan rute lainnya rute ini memberikan nilai effisiensi 15,73222% bla bla bla…..hehehe (gaya bahasa nulis tugas akhir gan).

Singkat cerita, dengan berbekal passport dan tiket pesawat serta kebutuhan pangan (Roti) sekedarnya sampailah saya di bandara juanda sidoarjo (tapi terkenalnya bandara Juanda Surabaya). Ouh ya, saya juga berterima kasih kepada mas Galih, sebagai transporter saya dari tempat saya tinggal selama berdomisili di surabaya ke bandara juanda.

Ceritanya dipersingkat lagi gan, sampailah saya di bandara Changi, dengan kata kata terakhir yang saya ingat yang diucapkan oleh pramugari “selamat dating di bandara change singapura, saat ini waktu setempat menunjukkan pukul ….suhu diluar saat ini…celcius dan kelembaban…..%” dan kata pamungkasnya, TERIMA KASIH TELAH MEMILIH TERBANG BERSAMA LION AIR…..(abaikan gan)….hehe
Langkah pertama saya lakukan sesampainya disana, yaitu langsung mencari ATM untuk mengambil uang. Kebetulan saya pakai bank MANDIR* yang mempunyai logo VISA, jadi saya langsung mencari mesin ATM yang mempunyai logo VISA. Bagaimana dengan kursnya?, sebelum kita mengambil uangnya maka muncul nilai kurs rupiah terhadap dolar singapura yang telah disesuaikan oleh Bank OCBC di Singapuranya, jika kita setuju maka uang langsung bisa kita terima. Jadi jangan takut pergi kenegara orang tanpa membawa uang yang berlaku dinegara tersebut. Langkah pertama yang dilakukan jika kita belum membawa uang yang berlaku ATM adalah solusi yang menurut saya terbaik.

Langkah kedua yang saya lakukan adalah mencari tempat penitipan barang, nah, dengan sedikit berspekulasi bahwa di pelabuhan harbour front terdapat tempat penitipan, maka saya berangkat ke pelabuhan harbour front. Untuk berangkat dari bandara Changi ke harbour front ada beberapa alternatif, salah satunya adalah TAXI, pilihan ini sangat dihindari terutama bagi traveller modal niat seperti saya. Solusi yang terbaik adalah naek transportasi public, karena selain murah juga terintegrasi. Lebih lagi di Singapura sangat terkenal dengan MRT nya (Mass Rapid Transport). Setelah menanyakan ke petugas MRTnya maka saya direkomendasikan untuk membeli tiket STP (Singapore Tourist Pass). Ada beberapa jenis tiket yang bisa kita beli di loket Passanger Service, tetapi di loket ini tidak menyediakan tiket STP, hanya tiket yang sekali jalan maupun beberapa kali jalan. Ouh ya, tiket STP ini tiket yang bisa digunakan untuk sepuasnya dalam 1 hari, dimulai dari jam 12 malam sampai habisnya 12 malam lagi. Jadi jika kita ingin seharian berkelana maka sebaiknya kita menggunakan tiket STP ini. Tiket ini bisa digunakan untuk semua jenis transportasi, LRT, MRT dan BUS, tetapi tiket ini tidak bias digunakan untuk pergi ke pulau sentosa, begitu sih keterangan yang saya dapat dari penjual tiketnya. Tiket STP dapat dibeli di ticket office. Harganya 10 dolar singapure, dan 10 dolar lagi buat jaminan, jadi kita harus bayar ke petugas 20 dolar. Jika telah selesai menggunakan tiket ini maka kita bisa menggembalikan tiket ini ke ticket office dan petugas menggembalikan 10 dolar ke kita.
Langkah ketiga yaitu mempelajari sistem transportasinya dan mencocokkan dengan tujuan wisata kita. Nah, setelah saya mengantongi tiket STP, saya langsung meminta peta jalur MRT pada petugas. Selanjutnya langsung saja tanpa pikir panjang, saya pergi ke harbour front sesuai dengan tujuan pertama saya yaitu mencari tempat penitipan barang (berat juga gan barang saya). Sesampainya di stasiun, berkat petunjuk yang ada di papan papan disekitar stasiun, saya diarahkan menuju ke suatu tempat penitipan bagasi. Nah untuk menitip barang kita hanya butuh passport aja utuk menitipkan barang dan tentunya bayar 3,2 dolar singapure per 3 jam penitipan.

Setelah menitipkan barang saya menggelandang jalan jalan di Singapura, tempat pertama yang saya ingin kunjungi adalah Merlion Park (tempat terdapatnya patung singa nyemprot) yang menjadi ikon singapura. Selanjutnya, tempat yang saya cari adalah mesjid. Setelah berputar putar di stasiun MRT raffles place, akhirnya saya menemukan mesjid yang terdapat dibawah gedung megah UOB. Mesjid ini didesain berada dibawah tanah seperti layaknya konsep parkiran di mall mall. Fasilitas di mesjid ini cukup bagus dan saya juga menyempatkan mengisi perbekalan minuman saya dari air minum yang tersedia di mesjid tersebut. Jadi kalau mau ke Mesjid ini cukup mengikuti putunjuk yang ada di stasiun MRT raffles place.

Selanjutnya, saya jalan jalan ke Orchard Street, konon katanya di tempat ini terjadinya negoisasi antara koruptor gayus tambunan dan petugas yang membujuk sang maestro untuk pulang ke Indonesia. Nah, tempat ini sangat ramai sekali pengunjungnya, ada yang bilang tempat terjadinya transaksi ekonomi internasional. Tetapi dari sudut pandang saya sebagai orang awam, tempat ini sekilas hanya jalanan saja. Akan tetapi yang membedakan tempat ini adalah terdapatnya butik butik kelas dunia dan seniman seniman jalanan yang berkelas.

……….Dan akhirnya karena hari sudah beranjak malam, saya putuskan untuk kembali ke stasiun harbour front untuk pulang ke batam dan tidak lupa untuk menggembalikan kartu STP untuk mendapatkan kembali 10 dolar singapura saya (lumayan gan). Harga satu tiket untuk satu kali jalan dari harbour front singapura ke pelabuhan Batam centre adalah 25 dolar singapure.
Konsep harbour front ini menurut saya menggabungkan pusat belanja dan transportasi. Seperti hal nya di Indonesia yang kita jumpai setelah pelabuhan tentu adalah pasar atau pusat belanja. Tetapi di singapura sangat tertata rapi dan terintegrasi.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari negara adidaya di asia tenggara ini. Dari sistem transportasi, pariwisata, dan konsep perekonomiannya. Benar benar negara yang maju. Apa karena SDA yang berlimpah ruah seperti indonesia? Atau karena luasnya daerah singapura? Atau karena SDM nya yang pintar pintar dan visioner?. Masalah ini tentunya masalah komplek. cara mudahnya kita bisa mempelajari secara histori perkembangan ekonomi negara ini, sosio ekonominya maupun politik ekonominya.

Satu yang bisa saya petik adalah SDM lebih menentukan dari SDA. SDA yang melimpah tanpa adanya SDM yang berkualitas, hasilnya adalah negara yang terbuai oleh sejarah kejayaan. Sedangkan SDM yang berkualitas dengan SDA yang terbatas menghasilkan negara adidaya.

Indonesia kaya akan SDA adalah mata pelajaran anak SD yang menjadi dongeng indah semasa jaman saya masih ingusan. Sementara SDM yang berkualitas moral dan intelektual di indonesia adalah cerita khayalan tingkat gubernur dan kepala negara dalam berkampanye. 

Selasa, 03 Desember 2013

Prinsip  Pembangkit Energi Tenaga Arus Laut atau Sungai (Agan’s Version)


sumber [www.kaskus.co.id]
Bonjour Agan2, kali ini saya akan sharing sharing menurut pandangan ane mengenai pembangkit listrik tenaga arus laut. Mohon maaf kalau tulisannya masih kurang bagus, Maklum beginner gan.,.hehe,,,.
Langsung aja gan……

Alkisah,….(Versi serius) Energi merupakan kebutuhan mutlak untuk setiap makhluk hidup, terutama manusia. Bayangkan saja apa yang bisa tubuh lakukan tanpa energi?. Energi yang digunakan oleh tubuh kita sebagian besar berasal dari makanan yang kita makan sehari hari. Kemudian dari energi ini kita bisa berolahraga, belajar dan banyak kegiatan lain yang bisa kita lakukan. Sebenarnya kegiatan yang kita lakukan sehari hari adalah ilustrasi dari siklus energi. Sederhananya begini, Pangan (Sumber energy) menjadi Energi melalui pembakaran ditubuh (diolah oleh tubuh) kemudian menjadi energi gerak (kegiatan sehari hari). Nah, itu merupakan siklus energi yang terjadi dalam tubuh kita, begitu juga yang terjadi pada mesin mesin pembangkit energi lainnya. Contohnya pada mesin diesel, mesin diesel kita analogikan sebagai tubuh kita, bahan bakar kita analogikan sebagai sumber makanan dan tang terakhir gerak torak atau ditranslasikan menjadi putaran shaft dianalogikan sebagai gerak kita.

Dari analogi ini kita bisa lebih jauh mengaplikasikan yang namanya “Hukum kekekalan energi” yang bunyinya “ energi tidak bisa diciptakan dan juga tidak bisa dimusnahkan, hanya bisa diubah bentuknya” tetapi menurut saya hukum ini kurang beradaptasi dengan keadaan sekarang ini. Seharusnya hukum ini perlu dilakukan penambahan yang bunyinya menjadi “energy tidak bisa diciptakan dan juga tidak bisa dimusnahkan, hanya bisa diubah bentuknya dan diperjualbelikan” hehehe.

Lanjut gan…, ada banyak sumber energi didunia ini gan, contohnya BBM, gas, batubara, nuklir, air (secara horizontal maupun vertikal), kayu api (tradisional gan), bahkan Indom*e gan (sumber energi anak kos gan, hehehe). Yang terakhir jangan ditanya mengapa gan?, mungkin sudah takdirnya, hehe.

Nah, disini ane mau bahas mengenai sumber energi dari air gan. Maksud energi air disini ialah energy air yang bergerak gan. Ada berbagai macam jenis air yang bergerak gan, menurut ane ada gerak vertical, ada gerak horizontal dan gerak mutar mutar gan. Nah, untuk sumber energi dari air yang bergerak vertical contohnya adalah air terjun gan, untuk horizontal adalah air arus sungai ataupun laut dan untuk yang mutar mutar menurut ane adalah pertemuan antara dua aliran gan aliran laut dan sungai (bukan aliran sesat dan menyesatkan gan), hehehe.

Nah tentu muncul pertanyaan, bagaimana merubah sumber energi ini menjadi bentuk energi lainnya. Jadi intinya kita membutuhkan alat untuk merubah sumber energi menjadi bentuk energi lainnya. Misalnya untuk air terjun, dengan menggunakan kincir air. Jadi prinsipnya begini gan air terjun menghantam sudu sudu turbin sehingga turbin berputar, dari putaran ini kemudian digunakan untuk memutar generator (untuk merubah jadi energi energi listrik). Sedangkan kalau ngak butuh listrik, gerak turbin yang dihubungkan dengan poros bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan misalnya untuk memompa air irigasi sawah, dll.

Nah, bagaimana dengan prinsip pemanfaatan energi tenaga arus laut. Prinsipnya saya seperti pembangkit listrik tenaga angin. Hanya bedanya saja pada medianya, kalau kincir angin memanfaatkan media angin nah kalau di laut memanfaatkan dari arus laut.

Pada tulisan ini pembangkit listrik tenaga arus laut menggunakan konsep baling baling (hydrolien bahasa perancisnya)….. .Untuk menganalogikan adalah dengan membuat simulasi sederhana, sesederhana SILET, hehe. Nah, ketika kincir angin atau baling baling mendapat gaya dari angin secara horizontal maka baling baling ini akan berputar. Mengapa bisa berputar ? nah, ini bisa dijelaskan dengan konsep aerodinamika, ketika suatu foil dikenakan suatu kecepatan aliran maka akan timbul Lift dan drag. Oleh karena bentuk baling baling bukan datar (plat) artinya antara bilah bilah di pangkal sampai di ujungnya berbeda atau bahasa teknisnya bilah mempunyai pitch, maka baling baling bisa berputar. Gaya lift/drag dari pangkal sama ujung bilah berkontribusi dengan penjelasan konsep bahwa lift tegak lurus dengan arah datangnya kecepatan anginnya sedangkan drag adalah paralel. Dengan menjumlahkan banyaknya lift/drag (dari pangkal sampai ujung nya baling baling) maka gaya ini akan membuat baling baling berputar. Dari putaran ini (menghasilkan torsi) kemudian dimanfaatkan untuk menggerakkan poros generator untuk menghasilkan listrik. Begitulah secara kasarnya konsep pembangkit listrik tenaga arus laut.

Perlu diingat bahwa, pembangkit listik tenaga arus laut baling balingnya didesain setipis mungkin artinya dragnya sekecil mungkin sehingga memperbesar nilai ratio lift/drag (Cl/Cd). Makanya desain pembangkit listrik tenaga arus laut menggunakan baling baling yang mempunyai nilai Chord (kecil).


sumber:[www.mgi.esdm.go.id]
Setelah listik dihasilkan kemudian yang diperlukan adalah batere untuk menyimpan listrik yang udah dihasilkan. Hal ini dikarenakan arus laut yang terdapat tidak mengalir secara terus menurus dengan kecepatan yang sama, sehingga akan terjadinya naik turun daya yang dihasilkan. Untuk itulah kita perlu menyimpan daya yang dihasilkan tadi kedalam batere. Nah, jika kita menggunakan listrik ini keperluan rumah tangga yang berada di onshore sedangkan unit pembangkit berada di offshore maka yang diperlukan adalah proses transmisi. Nah untuk proses transmisi maka kita membutuhkan transformator step up dan step down. Step untuk meningkatkan tegangan sehingga memudahkan untuk menempuh perjalanan dari unit ke onshore. Selanjutnya tegangan tadi diturunkan dengan menggunakan trafo step down. Karena dirumah rumah masyarakat umumnya menggunakan 220 volt. (untuk masalah listrik ane kurang begitu mengerti gan, sorry yam jadi penjelasaanya begitu saja), hehehe.

Semoga Bermafaat untuk kita bersama sama, Jika agan agan ada koreksi atau pengen sharing sharing silahkan saja,….Au revoir

           

      

Senin, 09 September 2013

BERBAGI PENGALAMAN SELAMA KULIAH DI PERANCIS PART 3


Pict 0. Pembukaan gan (Ouverture)

Bonjour, agan2/teman2 semua, kali ini ane kembali menulis atau lebih tepatnya sharing pengalaman ane selama kuliah di Negeri Perancis, tepatnya saya akan membagi pengalaman saya dalam menjalani hidup sehari hari terutama dengan adaptasi terhadap lingkungannya (secara fisik gan bukan interaksi sosialnya). Tentunya saya menulis dari pengalaman ane selama hidup di kota tempat ane menuntut ilmu, Brest [ref: Tante Google Map]. Baiklah tanpa mempersingkat waktu lagi (model pidato jaman jadul gan sewaktu belajar bahasa indonesia, hehehe), langsung aja kita bahas dalam #EPISODE 576 kali ini (kayak sinetron *Tukang Bubur Naek Haji*) gan, Hehehe…..

PERANCIS NEGARA 4 SAISON

Tout d’abord (pertama tama), Lingkungan disini maksudnya ane akan membahas dari terawangan phenomena alamnya (berat gan bahasanya). Seperti ciri ciri negara negara eropa lainnya (kecuali Skandinavia) yang beriklim Subtropis, Perancis memiliki 4 musim, yaitu musim musim Dingin (Hiver), Semi (Printemps), Panas (l’été), dan Gugur (Automne). Hal ini berbeda dengan Indonesia gan yang notabene dilalui garis khatulistiwa, sehingga hanya memiliki 2 iklim. Tentu timbul PERTANYAAN, yang harus di jawab dengan PERNYATAAN yang baik dan benar, hehehe

Pertanyaan : Mengapa Bisa begitu?

Jawaban :  Jawabannya adalah karena bumi berevolusi pada matahari dengan kemiringan (poros  eklipstika) 23,5 derajat (lihat pict 1). Revolusi ini memakan waktu 1 tahun, sehingga dalam waktu 1 tahun di belahan benua yang jauh dari garis khatulistiwa (sekitar KU  dan KS) mengalami 4 musim (4 posisi relatif terhadap matahari).
Tetapi sebenarnya di Indonesia lebih banyak musimnya dibandingkan negara negara lainnya, ada musim rambutan, durian, duku, dan lain lain n musim banyaknya *n= jumlah buah2an di Indonesia, hehehe. 


Pict 1 ilustrasi pergantian musim di Eropa [ref:http://aristalinda.blogspot.com]


On va commencer, Untuk lebih mudahnya, baca gambarnya dimulai dari posisi relatif bumi paling kiri (awal musim dingin).
Nomenclature (sok gaya ilmiah gan), hehehe
KU : Kutub Utara
KS : Kutub Selatan

Pertama tama kita ambil satu posisi misalnya posisi bumi di paling kanan (musim panas). Nah, secara geografis benua eropa berada pada posisi mendekati Kutub Utara sehingga pada posisi ini bagian bumi kutub utara seolah olah mendekati ke matahari gan. Oleh karena itu, pada kondisi dan posisi ini benua/negara di kawasan kutub utara mengalami musim panas. Sebaliknya, negara negara di kawasan Kutub Selatan misalnya Australia, mengalami musim dingin. Nah, begitu kurang lebih penjelasannya gan, dan untuk phenomena alam lainnya misalnya ada salju, adanya pohon berguguran, dan bersemi penjelasaanya dapat dibeli di took took terdekat gan.   

DAYLIGHT SAVING TIME (DST) atau “maju-mundurnya” waktu

Selain adanya musim2an di Eropa, juga ada namanya daylight saving time (DST). Kalau bahasa awamnya sih, “maju-mundur” nya waktu. Jadi begini ceritanya, pada musim semi sampai musim panas di benua eropa (studi kasus: perancis), waktu mengalami perbedaan 5 jam lebih lama dibandingkan dengan Indonesia (misalnya di perancis jam 12 siang, maka di indo jam 5 sore dihari yang sama). Sebaliknya di awal musim gugur sampai akhir musim dingin perbedaan waktunya bertambah menjadi 6 jam. Hal ini dilakukan [menurut referensi yang saya baca] untuk mengadaptasi dengan jam kerja dan sekolah (dan kegiatan2 lainnya). Pada musim semi-panas siangnya lebih panjang sehingga di majuin 1 jam dari waktu di musim gugur sampai akhir musim dingin (atau dikurangi 1 jam dari perbedaan waktu di Indonesia menjadi 5 jam).

Nah, karena adanya phenomena ini, saya mengalami pengalaman yang boleh dibilang menarik sedikit lucu, hehehe. Pada saat pergantian musim dari musim dingin ke musim semi (21 maret 2013) hari kamis tepatnya, saat itu saya tidak tahu bahwa  waktu telah dimajukan 1 jam, otomatis biasanya jam 7 pagi menjadi jam 8 pagi. Biasanya saya bangun jam 7 pagi, sedikit “mandi” dan langsung pergi ke kampus, butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai di kampusnya. Jadi sampainya jam 7.45 dan menyempatkan untuk minum kopi terlebih dahulu yang di jual di “mesin penjual” dan sambil membaca  gambar di koran lokal gan (soalnya belum paham sepenuhnya tulisannya), hehe.., dan kuliah biasanya dimulai pada jam 8.10 pagi. Nah, pada saat itu karena adanya DST, sesampainya di kampus saya bingung dalam hati berkata “kok pagi pagi udh ramai” dan salah seorang teman mengatakan “pourqoui tu est en retard”?  “ah, bon” kemudian dia menjelaskan tentang DST dan saya hanya tersenyum malu..hehehe. Jangan ditiru ya!!!!.

Ane Alhamdulillah sudah melewati 1 tahun disini gan, saya sudah merasakan ke 4 musim tersebut. Jadi disini ane mau sharing2 sama agan agan terutama yang berkesempatan dapat berkunjung ke perancis maupun yang akan (aamiin).

MUSIM GUGUR (23 September – 21 Desember)

Pertama tama ane memulainya dengan musim gugur (selain bismillah tentunya), tepat pada tanggal 21 september ane dan teman ane sampai di Brest, tepatnya hari jumat, selang beberapa musim gugur telah tiba. Sesuai namanya musim gugur, musim ini tandai dengan bergugurannnya daun daun pepohonan. Jadi yang kelihatan hanya rantingnya saja. Suhu pada saat itu sekitar 10-15 derajat celcius. Cukup dingin untuk ane sebagai manusia “berdarah panas” gan. Jadi kalau mau keluar rumah menggunakan jaket tebel. Jangan ditanya berapa lapis gan, entar jawabannya “ratusan” [iklan wafer t*ngo].. hehehe. Tetapi kalau untuk beraktifitas didalam rumah, tidak perlu menggunakan jaket, karena biasanya setiap rumah telah disediakan pemanas ruangan (chauffage/heating). Keberadaan jaket sangat penting sekali gan. Dan sebagai tambahan pada musim ini siangnya pendek gan, sebagai bayangan, sholat shubuhnya jam 08.30 pagi dan sholat magribnya jam 05.20 gan. 


Pict 2. suasana menara eiffel Kota Paris pada musim gugur gan (lihat pohon2nya ngak punya daun gan, kayak eiffel),hehe


Pict 3. suasana kota quimper (bersebelahan dengan kota Brest) dimusim gugur

Pict 4. suasana musim gugur di Kota Brest gan 

MUSIM DINGIN (22 Desember – 20 Maret)

Nah, tentunya agan agan udah tau salah satu ciri2 dari musim dingin selain suhunya dingin yang mencapai (-2 sampai 5 derajat), juga ditandaii dengan hadirnya salju. Pada saat musim dingin salju melanda negara negara di Eropa, bahkan salju di kategorikan sebagai suatu bencana. Tentunya berbeda dengan di Indonesia. Salju adalah harapan yang tak kunjung datang. (kecuali dirumah agan agan ada kulkas). Selama di Brest,tempat ane, salju hanya turun 3-5 kali selama musim dingin. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya adalah factor geografis, dimana brest adalah kota yang terletak bersebelahan dengan laut.

Tapi menurut ane yang  paling menarik musim dingin ya (soalnya ada saljunya), hehe, jadi atas dasar itu saya tampilin photos musim dinginnya yang banyak, hehehe. (mohon maaf ya gan).       



Pict 5 suasana musim dingin + salju di taman Kota Brest gan (lagi nunggu seseorang gan, hehe)
Pict 6. suasana dilihat dari dalam Kamar ane gan pas lagi ada salju (jangan salah fokus gan) hehehe
 Pict 7. Suasana Residence ane gan pada saat salju turun (orangnya pada didalam ane maen diluar gan)

MUSIM SEMI (21 Maret – 20 Juni)


Musim semi adalah musim dimana bunga bunga mulai berkembang, aroma daun daun muda mulai menyapa pagi dan senja, dan burung burung pun mulai bernyanyi dengan nada sedikit tinggi (mendadak puitis gan), hehehe,..sebenarnya ngak segitu amat gan suasananya, biasa biasa aja, suhu udara berkisar antara 15-19 derajat celcius gan. Kadang kalau lagi hujan suhunya bisa drop menyapai 10-8 derajat gan, juga sering turun hujan. Jadi siap siap pakai jaket anti air dan anti angin sekaligus ada tutup kepalanya. Berikut photo2 pada saat musim semi gan. 


Pict 8. Pohon sakura gan di pinggirnya residence tempat tinggal saya (sakura imitasi gan, hehe)
Pict 9. Jangan ditanya gan apa jenis bunganya, ane ngak tau

Pict 10. Nah kalau ini ane tau gan nama bunganya (Bunga Ditepi Jalan Namanya gan), hehe

MUSIM PANAS (21 Juni – 23 September)

Musim panas seperti namanya gan, suasananya serba panas gan (baik dari sudut thermometer suhu dan termometer mata gan). Suhu bisa menyampai 32 derajat celcius. Dan waktu siangnya cukup panjang sebagai contoh, sholat shubuh dimulai jam 05.00 dan sholat magrib jam 22.00 malam gan.  Kebetulan pada saat musim panas bertepatan dengan datangnya bulan suci ramadhan, jadi kami puasanya cukup berat gan, tapi alhmdlh bisa puasa penuh gan. Mudah2an pahalanya berkah. Biasanya musim panas adalah musim yang paling ditunggu tunggu oleh penduduk, karena pada musim panas, dilengkapi dengan berakhirnya tahun ajaran (sekolah maupun universitas). Jadi banyak keluarga menghabiskan waktunya dengan berkunjung ke pantai dan piknik, dan mengunjungi tempat tempat lainnya bahkan keluar negeri. Biasanya kalau untuk universitas liburnya sekitar 2-3 bulan dan untuk karyawan dikantor biasanya libur 1-2 mingguan. Dan tidak beruntunganya, ane ngak dapat libur gan, soalnya anel agi riset buat thesis ane, tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga.

Dan yang paling menariknya lagi pada awal musim panas sampai sekitar 1 bulanan, semua pusat perbelanjaan melakukan diskon besar besaran (soldes namanya gan). Jadi, rata rata orang disini biasanya banyak membelanjakan uangnya di saat soldes ini. Ane juga salah satu korban soldes ini gan. Jadi selain kegiatan wisata dan jalan2 musim panas juga ajang belanja belanja gan, apalagi buat cewek yang hobbynya shopping. Berikut photo saat musim panas di kota ane gan

Pict 11. Ini ane lagi menikmati musim panas gan, jalan jalan ke sirkus ditepi pelabuhan kota Brest Gan
Pict 12. Ini ane Bingung gan apa nama permainannya, Sebenarnya buat anak anak gan, jangan ditiru ya

Pict 13. Suasana di kebun botaniqal Brest Gan (Jardin Botaniqal), sama teman teman gan

Itulah gan pengalaman ane selama menjalani 4 musim di negara orang perancis. Semoga ane dapat menulis dan berbagi pengalaman ane selanjutnya dalam tulisan berikutnya.

Selamat menikmati dan terima kasih telah berkunjung.

Salam,

Alyuan Dasira